Rabu, 02 Juli 2014

Kosakata Korea

Senin월요일 (wor yoil)
Selasa화요일 (hwa yoil)
Rabu수요일 (su yoil)
Kamis목요일 (mok yoil)
Jumat금요일 (geum yoil)
Sabtu토요일 (tho yoil)
Minggu일요일 (ir yoil)

Musim Semi = 봄 (bom)Hangat = 따뜻하다 (dadeuthada)
Musim Panas = 여름 (yeoreum)Panas = 덥다 (deopta)
Musim Gugur = 가을 (gaeul)Sejuk = 시원하다 (siweonhada)
Musim Dingin = 겨울 (gyeoul)Dingin = 춥다 (chupta)

Januari일월 (il weol)
Februari이월 (I weol)
Maret삼월 (sam weol)
April사월 (sa weol)
Mei오월 o weol)
Juni유월 (yu weol)
Juli칠월 (chil weol)
Agustus팔월 (phal weol)
September구월 (gu weol)
Oktober시월 (si weol)
Nopember십일월 (sip il weol)
Desember십이월 (sip i weol)

Tidak Pernah절대 (jeoldae)
Jarang드물게 (deumulke)
Kadang가끔(gakeum)
Biasanya보통 (bothong)
Sering자주 (jaju)
Selalu항상 hangsang)

Sekolah 학교Murid = 학교생 (hakkyo saeng)
SD = 초등학교 (chodeng hakkyo)Murid SD = 초등학생 (chodeung haksaeng)
SLTP = 중학교 (Jung hakkyo)Murid SLTP = 중학생 (jung haksaeng)
SMU = 고등학교 (kodeung hakkyo)Murid SMU = 고등학생 (kodeung haksaeng)
Universitas = 대학교 (dae hakkyo)Mahasiswa = 대학생 (dae haksaeng)

Apa무엇 (mueot)
Kapan언제 (eonje)
Kenapa왜 (wae)
Dimana어디 (eodi)
Siapa누구 (nugu)
Bagaimana어떻게 (eotteoke)

Selamat Pagi안녕하시니까/안녕하세요 (Annyeonghasimnikka / Annyeonghaseyo)
Pertama Kali처음 (Choeum)
Selamat Datang환영합니다 (Hwanyounghamnida)
Mohon Bantuan잘부탁드립니다 (Jal buthak deurimnida)
Terima kasih감사합니다/고맙습니다 (Kamsahamnida / Gomapseumnida)
Terimakasih kembali천만에요 (Cheonmaneyo)
Istirahat쉬다 (Swida)
Selamat istirahat안녕히주무십시오 (Annyeongi jumusip-sio)
Sampai jumpa besok내일봅시다 (Naeil bopsida)
Mohon maaf미안합니다/죄송합니다 (Mianhamnida / Jwesonghamnida)
Tidak apa-apa괜찮습니다 (Gwaenchanayo)
Pulang돌아가다 (Dolagada)
Datang오다 (Oda)
Sayang Sekali아깝다 (Akkapta)
Senang기쁘다 (Gippeuda)
Berwisata여행하다 (Yeohaenghada)
Makanan음식 (Eumsik)
Suka좋아하다 (Joahada)
Syukurlah다행이다 (Dahaengida)
Hati-hati조심하다 (Josimhada)
Terlambat늦다 (Neutta)
Selamat tinggal안녕이계십시오 (Annyeongi gyesipsio)
Selamat jalan안녕히가십시오 (Annyeongi gasipsio)


Nama이름 (Ireum)
Umur나이 (Nai)
Tinggal살다 (Salda)
Kakak Laki-laki형/오빠 (Hyeong / Oppa)
kakak Perempuan누나/언니 (Nuna / Eonni)
Adik Laki-laki남동생 (Namdongsaeng)
Rumah집 (Jip)
Pekerjaan직업 (Jikeop)
Sampai bertemu lagi또만나요 (Tto mannayo)
Orangtua부모 (Bumo)
Tempat khursus학원 (Hakgwon)
Apotek약국 (Yakguk)
Kedai kopi코피숍 (Kophisyop)
Nomor telepon전화번호 (Jonhwabonho)

Hotel호텔 (Hotel)
Kamar방 (Bang)
Bandara공항 (Gonghang)
Memesan예약하다/주문하다 (Yeyakhada / jumunhada)
Barang물건 (Mulgeon)
Koper슈트케이스 (Syutheu keiseu)
Tas가방 (Kabang)
Lantai층 (Cheung)
Selamat beristirahat잘쉽시오 (Jal swi-sipsio)
Kartu identitas신분증면서 (Sinbunjeungmyonseo)

Besar 크다 (keuda)Kecil 작다 (Jakta)
Berat 무겁다 (mugeopta)Ringan 가볍다 (Gabyeopta)
Bersih 깨끗하다 (Kaekeuthada)Kotor 더럽다 (Deoreopta)
Banyak 많다 (Manta)Sedikit 적다 (Jeokta)
Cantik 예쁘다 (Yeppeuda)Jelek 나쁘다 (Nappeuda)
Cepat 빠르다 (Ppareuda)Lambat 느리다 (Neurida)
Enak 맛있다 (Masitta)Tidak enak 맛없다 (Maseopta)
Kuat 강하다 (Kanghada)Lemah 약하다 (Yakhada)
Kenyang 배부르다 (Baebureuda)Lapar 배고프다 (Baegopeuda)
Menarik 재미있다 (Jaemiitta)Tidak menarik 재미없다 (Jaemieopta)
Naik 오르다 (Oreuda)Turun 내리다 (Naerida)
Senang 기쁘다 (Gipeuda)Sedih 슬프다 (Seulpheuda)
Sulit 어려다 (Eoryeoda)Mudah 쉽다 (Sipda)
Pintar 똑똑하다 (Toktokhada)Bodoh 어리석다/우둔하다/바보 (Eoriseokta / Udunhada / Babo)
Pergi 가다 (Gada)Datang 오다 (Oda)
Panas 덥다 (Deopta)Dingin 춥다 (Chupta)
Mahal 비싸다 (Bissada)Murah 싸다 (Sada)

Formulir용지 (Yongji)
Menukar바꾸다 (Bakkuda)
Bank은행 (Eunhaeng)
Mengirim보내다 (Bonaeda)
Kalau begitu그러면 (Geuromyeon)
Alamat주소 (Juso)
Tanda tangan서명 (Somyong)
Menghitung계산하다 (Kyesanhada)
Mengecek확인하다 (Hwakinhada)
Tunggu sebentar잠시기다리세요 (Jamsi Gidariseyo)
Amplop봉투 (Bongthu)
Semua모두/다 (Modu / da)
Biaya비용 (Biyong)

Selamat datang어서오십시오 (Eoseo osipsio)
Restaurant식당 (Sikdang)
Makanan음식 (Eumsik)
Minuman음료수 (Eumryosu)
Kopi커피 (Kophi)
Jus주스 (Juseu)
Bir맥주 (Maekju)
Jeruk오랜지/귤 (Oraenji / gyul)
Stroberi딸기 (Ttalgi)
Bawang putih마늘 (Maneul)
Cabe고추 (Gochu)
Pedas맵다 (Maepda)
Saus소스 (Soseu)
Es어름 (Eoreum)
Daging babi돼지고기 (Dwaeji gogi)
Traktir사주다 (Sajuda)
Pusat kota시내 (Sinae)
Pelayan웨이터 (Weitheo)
Masalah문재 (Munje)
Sendok숟가락 (Sutkarak)
Sumpit젓가락 (Jeotkarak)

Dokter의사 (Euisa)
Janji약속 (Yaksok)
Kartu asuransi berobat의료보험증 (Euiryo-bohomjeung)
Silahkan duduk앉으세요 (Anjeuseyo)
Silahkan masuk들어오세요 (Deuro Oseyo)
Lebih awal일찍 (Iljik)
Badan몸 (Mom)
Sakit아프다 (Apheuda)
Kepala머리 (Meori)
Perut배 (Bae)
Muntah토하다 (Thohada)
Sejak kapan언제부터 (Eonje butho)
Minuman beralkohol술 (Sul)
Makanan yang pedas매운음식 (Maeun eumsik)
Pesta ulang tahun생일파티 (Saengil phathi)
Restoran korea한국식당 (Hanguk sikdang)
Tidak cocok안어올리다 (An oullida)
Obat약 (Yak)
Kantor사무실 (Samusil)
Tidak perlu필요없다 (Phiryo opda)
Resep처방전 (Chobangjom)
Rumah sakit병원 (Byoungwon)
Apotek약국 (Yakguk)
Semoga cepat sembuh빨리회복하세요 (Ppalli hwebokhaseyo)

SEJARAH, ARTI DAN ATURAN PENGGUNAAN GAMBAR GARUDA

Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang negara Indonesiaberbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950.
Lambang negara Garuda Pancasila diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958.

Sejarah


Arca Raja Airlanggadigambarkan sebagai Wishnumengendarai Garuda.

Rancangan awal Garuda Pancasila oleh Sultan Hamid II masih menampilkan bentuk tradisional Garuda yang bertubuh manusia.

Garuda Pancasila yang diresmikan penggunaannya pada 11 Februari 1950, masih tanpa jambul dan posisi cakar di belakang pita.















Garuda, kendaraan (wahanaWishnu tampil di berbagai candi kuno di Indonesia, seperti Prambanan,MendutSojiwanPenataran, Belahan, Sukuh dan Cetho dalam bentuk relief atau arca. Di Prambananterdapat sebuah candi di muka candi Wishnu yang dipersembahkan untuk Garuda, akan tetapi tidak ditemukan arca Garuda di dalamnya. Di candi Siwa Prambanan terdapat relief episode Ramayanayang menggambarkan keponakan Garuda yang juga bangsa dewa burung, Jatayu, mencoba menyelamatkan Sinta dari cengkeraman Rahwana. Arca anumerta Airlangga yang digambarkan sebagai Wishnu tengah mengendarai Garuda dari Candi Belahan mungkin adalah arca Garuda Jawa Kuna paling terkenal, kini arca ini disimpan di Museum Trowulan.
Garuda muncul dalam berbagai kisah, terutama di Jawa dan Bali. Dalam banyak kisah Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin. Sebagai kendaraan Wishnu, Garuda juga memiliki sifat Wishnu sebagai pemelihara dan penjaga tatanan alam semesta. Dalam tradisi Bali, Garuda dimuliakan sebagai "Tuan segala makhluk yang dapat terbang" dan "Raja agung para burung". Di Bali ia biasanya digambarkan sebagai makhluk yang memiliki kepala, paruh, sayap, dan cakar elang, tetapi memiliki tubuh dan lengan manusia. Biasanya digambarkan dalam ukiran yang halus dan rumit dengan warna cerah keemasan, digambarkan dalam posisi sebagai kendaraan Wishnu, atau dalam adegan pertempuran melawan Naga. Posisi mulia Garuda dalam tradisi Indonesia sejak zaman kuna telah menjadikan Garuda sebagai simbol nasional Indonesia, sebagai perwujudan ideologi Pancasila. Garuda juga dipilih sebagai nama maskapai penerbangan nasional Indonesia Garuda Indonesia. Selain Indonesia, Thailand juga menggunakan Garuda sebagai lambang negara.
Setelah Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949, disusul pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949, dirasakan perlunya Indonesia (saat itu Republik Indonesia Serikat) memiliki lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Poerbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah
Lambang Garuda juga digunakan di jersey Tim Nasional Sepak Bola Indonesia
Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari yang menampakkan pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Mereka bertiga sepakat mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan "Bhineka Tunggal Ika".Tanggal 8 Februari 1950, rancangan lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan kembali, karena adanya keberatan terhadap gambar burung Garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap terlalu bersifat mitologis. [2]
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada tanggal 11 Februari 1950.[3] Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih "gundul" dan tidak berjambul seperti bentuk sekarang ini. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.
Soekarno terus memperbaiki bentuk Garuda Pancasila. Pada tanggal 20 Maret 1950 Soekarno memerintahkan pelukis istana, Dullah, melukis kembali rancangan tersebut; setelah sebelumnya diperbaiki antara lain penambahan "jambul" pada kepala Garuda Pancasila, serta mengubah posisi cakar kaki yang mencengkram pita dari semula di belakang pita menjadi di depan pita, atas masukan Presiden Soekarno. Dipercaya bahwa alasan Soekarno menambahkan jambul karena kepala Garuda gundul dianggap terlalu mirip dengan Bald EagleLambang Amerika Serikat. Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara. Rancangan Garuda Pancasila terakhir ini dibuatkan patung besar dari bahan perunggu berlapis emas yang disimpan dalam Ruang KemerdekaanMonumen Nasional sebagai acuan, ditetapkan sebagai lambang negara Republik Indonesia, dan desainnya tidak berubah hingga kini.

Deskripsi dan arti filosofi

Pancasila Perisai.svg
Pancasila Sila 1 Star.svg
Pancasila Sila 2 Chain.svg
Pancasila Sila 3 Banyan Tree.svg
Pancasila Sila 4 Buffalo's Head.svg
Pancasila Sila 5 Rice and Cotton.svg

Garuda

  • Garuda Pancasila sendiri adalah burung Garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu kendaraan Wishnu yang menyerupai burung elang rajawali. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.
  • Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan.
  • Garuda memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan.
  • Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, antara lain:
    • 17 helai bulu pada masing-masing sayap
    • 8 helai bulu pada ekor
    • 19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor
    • 45 helai bulu di leher

Perisai

  • Perisai adalah tameng yang telah lama dikenal dalam kebudayaan dan peradaban Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan, pertahanan, dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
  • Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan garis khatulistiwa yang menggambarkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu negara tropis yang dilintasi garis khatulistiwa membentang dari timur ke barat.
  • Warna dasar pada ruang perisai adalah warna bendera kebangsaan Indonesia "merah-putih". Sedangkan pada bagian tengahnya berwarna dasar hitam.
  • Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila. Pengaturan lambang pada ruang perisai adalah sebagai berikut:
  1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima berlatar hitam;
  2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai berlatar merah;
  3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai berlatar putih;
  4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai berlatar merah  dan
  5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai berlatar putih.

Pita bertuliskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika

  • Kedua cakar Garuda Pancasila mencengkeram sehelai pita putih bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika" berwarna hitam.
  • Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah kutipan dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Kata "bhinneka" berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata "tunggal" berarti satu, kata "ika" berarti itu. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap adalah satu kesatuan, bahwa di antara pusparagam bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Beberapa aturan


Patung besar Garuda Pancasila, terpasang di Ruang Kemerdekaan MonasJakarta.
Penggunaan lambang negara diatur dalam UUD 1945 pasal 36A dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (LN 2009 Nmr 109, TLN 5035). Sebelumnya lambang negara diatur dalam Konstitusi RIS, UUD Sementara 1950, dan Peraturan Pemerintah No. 43/1958
Lambang Negara menggunakan warna pokok yang terdiri atas:
  1. warna merah di bagian kanan atas dan kiri bawah perisai;
  2. warna putih di bagian kiri atas dan kanan bawah perisai;
  3. warna kuning emas untuk seluruh burung Garuda;
  4. warna hitam di tengah-tengah perisai yang berbentuk jantung; dan
  5. warna alam untuk seluruh gambar lambang.
Lambang Negara wajib digunakan di:
  1. dalam gedung, kantor, atau ruang kelas satuan pendidikan;
  2. luar gedung atau kantor;
  3. lembaran negara, tambahan lembaran negara, berita negara, dan tambahan berita negara;
  4. paspor, ijazah, dan dokumen resmi yang diterbitkan pemerintah;
  5. uang logam dan uang kertas; atau
  6. meterai.
Dalam hal Lambang Negara ditempatkan bersama-sama dengan Bendera Negara, gambar Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden, penggunaannya diatur dengan ketentuan:
  1. Lambang Negara ditempatkan di sebelah kiri dan lebih tinggi daripada Bendera Negara; dan
  2. gambar resmi Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden ditempatkan sejajar dan dipasang lebih rendah daripada Lambang Negara.
SETIAP ORANG DILARANG :
  1. mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara;
  2. menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran;
  3. membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; dan
  4. menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini.

sumber : wikipedia

Jumat, 27 Juni 2014

CAMRY MOBIL HYBRID TERBAIK INDONESIA, masa depan dimulai sekarang

 Toyota mobil hybrid


Camry mobil hybrid terbaik indonesia - Anda wajib mengetahui bahwa sekarang sudah ada mobil masa depan di Indonesia yang ramah lingkungan.
Mobil ini diproduksi oleh perusahaan Toyota dan mempunyai banyak keunggulan baik interior dan exterior sangat cocok sekali bagi anak-anak muda, serta Anda yang menginginkan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.
Dengan harga yang ditawarkan di Jakarta Rp 695.800.000 (untuk tipe All New Camry 2.5 Hybrid) dan Rp 511.400.000 (untuk tipe All New Camry 2.5G) sesuai dengan kenyamanan dan keamanan yang Anda impikan sehingga mobil ini sangat pantas jika menjadi mobil impian Anda.

Spesifikasi Toyota All New Camry 2,5 HV 
Mesin: hybrid, inline, 4 cylinder, 16 valve, DOHC, VVT-i
Kapasitas: 2.494 cc
Tenaga mesin: 156.6 ps @ 5.700 rpm
Tenaga hybrid: 142.7 ps
Tenaga maksimum: 205 (kombinasi motor dan electric)
Torsi mesin: 20.9 kgm @ 4.800 rpm
Torsi hybrid: 27.3 kgm
Transmisi: Otomotis dengan Continuous Variable Transmission (CVT)
Suspensi: MacPherson strut (depan); Dual Link Strut (belakang)
Resm: Disc (depan dan belakang)
Panjang: 4.825 mm
Lebar: 1.825 mm
Tinggi: 1.470 mm
Wheelbase: 2.775 mm
Ban: 215/55 R17

Ini merupakan keunggulan dari mobil All New Camry

Bagian Kabin Penumpang
Fitur unik yang jarang ada di model mobil eksekutif lainnya adalah Rear Seat Relaxation System. Cukup dengan menekan tombol di buckle seat belt, kursi belakang akan memberikan sentuhan pijatan dari pinggang hingga punggung. Fitur ini hanya tersedia di kursi belakang, kiri dan kanan.


Faktor kenyamanan juga ditambah dengan AC tiga zona. Teknologi ini memungkinkan penumpang di kursi belakang buat mengatur tingkat dingin AC. Pengaturan bisa dilakukan lewat rear seat controller.

Rear seat controller ada di bagian bagian tengah sandaran kursi belakang yang bisa dibuka. Saat dibuka langsung terlihat tombol dan juga arm rest. Bisa juga dibuat sebagai menyimpan wadah serbaguna. Selain AC, tombol audio juga bisa diatur dari belakang.
Melalui Rear Seat Controller ini bisa mengatur kemiringan sandaran kursi, dan juga menutup dan membuka tirai belakang (rear power sun shade). Buat tetap menjaga privasi, jendala bagian samping juga dilengkapi dengan tirai, hanya ditutup dengan cara manual, menarik dari bawah kaca dan dikaitkan di atas.

Exterior Toyota Camry Hybrid
Kini hadir dengan tampilan yang lebih agresif dan memberikan kepuasan tersendiri saat mengendarai. Sebuah peforma berkendara paling berkualitas dikelasnya.
Interior Toyota Camry Hybrid
Memberikan kenyamanan dan kemewahan bagi Anda serta akan membuat Anda merasa betah berlama-lama di dalam mobil dalam kemacetan. Toyota mobil Hybrid
Safety Toyota Camry Hybrid
Selain tampilan exterior dan interior yang akan Anda dapatkan dalam mobil ini adalah yang sangat penting keamanan berkendara. Mobil camry hybrid sangat mengutamakan keamanan bagi penggunanya. Mobil sedan Hybrid

Maka dari semua itu pantas mobil ini disebut mobil IMPIAN dan MASA DEPAN DIMULAI Dari MOBIL INI
serta pantas mobil ini disebut "Camry Mobil Hybrid Terbaik Indonesia"